Senin, 06 April 2015

aspek kehidupan



Cerpen by:
Munarifah S W     

Busro adalah seorang anak dari seorang ibu yang hanya berjualan gorengan di Kampung Palang. Anak ini sangatlah baik parasnya akan tetapi di desanya banyak yang membencinya. Hal ini terjadi karena ulah keseharian busro yang sangat menjengkelkan. Ke mana pun ia melangkah hampir pasti ia membuat masalah. 99% orang yang melihatnya pasti mengelus dada dan berkeluh kesah atas perilakunya.  Pada suatu hari busro berada di sudut serambi masjid, ia menerawang jauh kejadian pada hari kemarin.
        “Eh, Busro tumben kali ini nggak pernah membuat onar?” kata seorang penjual kopi.
        “Ealah pak, mungkin sebentar lagi juga membuat onar yang sangat menjengkelkan” jawab seorang pembeli kopi
        Datanglah ibu busro yang menitipkan gorengannya itu ke warung kopi tersebut,”Eh bapak-bapak ini kerjaannya macam kayak ibu-ibu rumpi. Anak saya ini sebenarnya tidaklah senang membuat onar. Dia hanya bingung antara mau bikin senang warga dan membantunya.”
        “Lho buk, tapi kan busro memang sudah banyak sekali keonaran yang telah ia buat terhadap warga kampung ini. Jadi, ya maklumlah kalau warga kampung ini telah berpikiran negatif terhadap busro.”jawab bapak penjual kopi
        Dengan tiba-tiba busro datang dengan membawa minuman jahe yang akan dititipkannya di warung kopi tersebut. Dengan tidak sengaja busro mendengar pembicaraan tersebut. Busro mendengar atas pembelaan ibunya untuknya. Busro pada saat itu langsung meminta maaf terhadap warga kampung karena selama ini busro telah membuat ketidaknyamanan terhadap warga kampung. Busro kini mengerti akan indahnya kebaikan dan saling hidup rukun sesama warga kampung. Sekarang busro sangatlah dikagumi di kampung tersebut karena perilakunya itu berubah 1800 dari yang dulu.
        “Ibu, sekarang aku sangatlah senang dan tenang dalam keadaan begini. Aku juga tidak akan mengulangi perbuatan burukku yag dulu” kata busro di dalam hatinya.
        Lamunan busro buyar akibat busro di panggil oleh sang ibu untuk mengantarkannya ke pasar. Itulah busro yang telah berimigrasi dari perilakunya yang sering membuat onar.

1 komentar:

  1. Hayo, bagaimana menulis nama orang, penulisan sapaan? Kan sudah diajarkan, Cah Ayu!

    BalasHapus