Rabu, 15 April 2015

Getuk Goreng Sokaraja,Banyumas

Cara Membuat Getuk Goreng
Sokaraja Banyumas


            Bagi Anda yang suka travelling. Anda pasti mengenal Banyumas. Banyumas adalah sebuah kota di Jawa Tengah berada di lereng Gunung Slamet. Jika anda mampir di Banyumas, Anda tentu akan menyempatkan diri untuk mencicipi kuliner di daerah ini. Apa itu? Makanan khas Banyumas itu adalah getuk goreng. Rasanya manis, gurih, dan membangkitkan selera.
            Anda tahu cara membuat getuk goreng? Anda tidak perlu khawatir karena saya akan berbagi rahasia tentang cara pembuatan getuk goreng asli Sokaraja, Banyumas.
            Berikut ini merupakan bahan yang diprelukam untuk membuat getuk goreng. Bahan utamanya adalah singkong 1 kg. Lalu bahan lainnya yaitu gula merah/gula jawa, tepung beras 75 gram, tepung terigu 1 sdm, minyak goreng untuk menggoreng, dan garam secukupnya.
            Langkah-langkah membuat getuk goreng adalah sebagai berikut. Pertama, kupas singkong kemudian buang sabutnya setelah itu potong singkong dan cuci potongan singkong hingga bersih. Setelah itu direbus hingga matang. Iris halus gula jawa tambahkan sedikit air kemudian rebus sampai gua melumat dan tercampur dengan air. Tiriskan singkong yang telah matang.
            Selanjutnya lumatkan singkong dan tambahkan gula secara beertahap sampai tercampur rata untuk membuat getuk. Letakkan getuk singkong di atas nampan kemudian diratakan dengan ketebalan 2cm lalu potong kotak 5x4 cm.
            Kemudian campurkan tepung terigu, tepung beras, garam, serta air secukupnya sampai jadi adonan yang cukup kental. Lalu panaskan minyak goreng kemudian ambil getuk lalu celupkan getuk ke dalam adonan. Tunggu hingga minyak goreng panas, lalu masukkan getuk ke minyak goreng. Langkah selanjutnya goreng getuk sampai warnanya kekuning kuningan, angkat dan tiriskan.
            Getuk goreng sokaraja siap dinikmati. Terima kasih.

Senin, 06 April 2015

photo kunjungan sejarah

di museum sangiran
 di PT.Sritex



aspek kehidupan



Cerpen by:
Munarifah S W     

Busro adalah seorang anak dari seorang ibu yang hanya berjualan gorengan di Kampung Palang. Anak ini sangatlah baik parasnya akan tetapi di desanya banyak yang membencinya. Hal ini terjadi karena ulah keseharian busro yang sangat menjengkelkan. Ke mana pun ia melangkah hampir pasti ia membuat masalah. 99% orang yang melihatnya pasti mengelus dada dan berkeluh kesah atas perilakunya.  Pada suatu hari busro berada di sudut serambi masjid, ia menerawang jauh kejadian pada hari kemarin.
        “Eh, Busro tumben kali ini nggak pernah membuat onar?” kata seorang penjual kopi.
        “Ealah pak, mungkin sebentar lagi juga membuat onar yang sangat menjengkelkan” jawab seorang pembeli kopi
        Datanglah ibu busro yang menitipkan gorengannya itu ke warung kopi tersebut,”Eh bapak-bapak ini kerjaannya macam kayak ibu-ibu rumpi. Anak saya ini sebenarnya tidaklah senang membuat onar. Dia hanya bingung antara mau bikin senang warga dan membantunya.”
        “Lho buk, tapi kan busro memang sudah banyak sekali keonaran yang telah ia buat terhadap warga kampung ini. Jadi, ya maklumlah kalau warga kampung ini telah berpikiran negatif terhadap busro.”jawab bapak penjual kopi
        Dengan tiba-tiba busro datang dengan membawa minuman jahe yang akan dititipkannya di warung kopi tersebut. Dengan tidak sengaja busro mendengar pembicaraan tersebut. Busro mendengar atas pembelaan ibunya untuknya. Busro pada saat itu langsung meminta maaf terhadap warga kampung karena selama ini busro telah membuat ketidaknyamanan terhadap warga kampung. Busro kini mengerti akan indahnya kebaikan dan saling hidup rukun sesama warga kampung. Sekarang busro sangatlah dikagumi di kampung tersebut karena perilakunya itu berubah 1800 dari yang dulu.
        “Ibu, sekarang aku sangatlah senang dan tenang dalam keadaan begini. Aku juga tidak akan mengulangi perbuatan burukku yag dulu” kata busro di dalam hatinya.
        Lamunan busro buyar akibat busro di panggil oleh sang ibu untuk mengantarkannya ke pasar. Itulah busro yang telah berimigrasi dari perilakunya yang sering membuat onar.

Minggu, 05 April 2015

kunjungan bersejarah

Laporan Perjalanan
 Pelajaran Luar Sekolah (PLS)

Kamis, 26 Maret 2015, siswa-siswi kelas X SMA Negeri 2 Magelang melaksanakan Pelajaran Luar Sekolah (PLS). PLS ini bertujuan untuk menambah wawasan luar para siswa. Kegiatan PLS ini dilakukan dengan mengunjungi beberapa tempat yang sangat berpengaruh bagi para siswa untuk menambah wawasan dunia luar yang bermanfaat. Tempat yang dikunjungi dalam kegiatan PLS ini diantaranya adalah PT.SRITEX.tbk, dan Museum Sangiran. Perjalanan kami mulai untuk menuju ke PT.SRITEX.tbk yang terletak di daerah Kabupaten Sukohardjo. Kami berangkat dari sekolah pada pukul 07.00 WIB dengan melewati jalur Jogjakarta. Sepanjang perjalanan, kami menikmati pemandangan-pemandangan yang berada di sekelilingnya. Pemandu wisata pun menginformasikan kepada kami bahwa kami akan menempuh perjalanan panjang yang akan memakan waktu ± 3,5 jam. Kami sampai di tujuan pertama yaitu PT.SRITEX.tbk pada pukul ± 10.45 WIB, di sana kami disambut dengan amat greget. Kami dikumpulkan di dalam aula pabrik tersebut. Di sana kami mendapatkan banyak informasi tentang berdiri dan berkembangnya PT.SRITEX.tbk.
Informasi yang kami dapat diantaranya bahwa PT.SRITEX.tbk ini awal mulanya hanya berasal dari toko kain yang berada di pasar klewer dengan nama UD.SRI REJEKI. Pemilik toko ini ialah alm. Bapak Lukminto. Beliau lahir di Kertosono, Kediri pada 1 juni 1947, anak kedelapan dari 9 bersaudara. Beliau menikah pada 26 Oktober 1969. Bersama sang istri, beliau membangun sebuah pabrik yang sangat baik yang diberi nama PT.SRITEX.tbk. PT.SRITEX ini dari tahun ke tahun terus berkembang pesat tetapi ada pun kendala seperti pasang surut dalam berindustri.
        Dalam perusahaan ini, PT.SRITEX.tbk menempati atau menggunakan luas tanah ± 100 hektar dan diperluas menjadi ± 130 hektar dan dibangun perusahaan lagi dan diresmikan oleh Bapak Presiden kedua Indonesia yaitu Soeharto pada tahun 1992. Perluasan pabrik berikutnya dilakukan pada tahun 2009 yang disahkan atau diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono. PT.SRITEX.tbk melakukan berbagai proses dalam pembuatan kain dan pakaian. Contoh proses dalam perusahaan ini adalah
1.    Pemintalan(spinning), yaitu proses di mana kapas akan diolah menjadi benang jadi atau benang setengah jadi.
2.    Weafing, yaaitu proses penenunan kain dengan menggunakan benang yang telah diproduksi.
3.    Finishing, yaitu proses akhir dimana barang akan di distribusikan dalam bentuk kain atau pakaian.
Perusahaan ini memiliki karakter yang mungkin tidak dimiliki oleh perusahaan lain yaitu pada setiap tanggal 17 tiap bulannya, perusahaan ini melakukan upacara bendera yang sudah masuk dalam rekor muri dunia. Upacara ini didatangi ± 20.000 peserta, 16.000 orang didalamnya merupakan karyawannya. Akan tetapi karyawan sekarang sudah mencapai 25.000 orang. Keunggulan dari produk perusahaan ini adalah anti bakteri, anti radiasi panas, anti peluru. PT.SRITEX.tbk ini telah menjadi perusahaan tekstil terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Visi misi dari perusahaan ini adalah selalu berpikirlah positif, bersikap disiplin dan berjiwa motivator serta kontributor. Pada perusahaan ini terdapat banyak fasilitas. Diantaranya adalah poliklinik, tempat olahraga, tempat beribadah, dan sri garden yang berlokasi di sekitar pabrik. Sri garden ini ialah sebuah lapagan yang luasnya 13 hektar untuk tempat istirahat atau lainnya yang berkepentingan dengan pabrik.
          Pada PT.SRITEX.tbk ini sangat mengutamakan kualitas. Dalam hal ini kualitas dalam pabrik ini merupakan nomor satu dan sudah menjadi harga mati. Dibalik kesuksesan perusahaan ini ada 8  prinsip utama, yaitu
-      Adil
-      Pentingnya keluarga
-      Pentingnya pendidikan
-      Etika
-      Cinta
-      Persahabatan
-      Kesolidaritasan
-      Tanggung jawab
Selain itu rahasia sukses ini adalah keluarga merupakan segalanya, keluarga yang mendukung dalam kegiatan yag kita lakukan dan rancang.
          Setelah selesai melakukan kunjungan ke PT.SRITEX.tbk kami langsung bergegas menuju ke Museum Sangiran. Sebelum itu kami melaksanakan ishoma (istirahat, sholat, makan) yang dilakukan di RM.Taman Sari. Setelah selesai ishoma, kami langsung meneruskan perjalanan ke Museum Sangiran. Kami mendapat informasi dari pemandu wisata bahwa perjalanan ini akan memakan waktu ± 2jam. Di dalam bus kami bersendau gurau, bermain dan canda tawa menghiasi perjalanan kami. Tidak terasa kami telah sam pai di Museum Sangiran pada pukul ± 3jam lebih sedikit. Kami langsung bergegas masuk ke dalam museum, di sana kami banyak menjumpai berbagai contoh aktivitas manusia purba. Di sana ada juga tulang belulang dari hewan yang hidup pada zaman dahulu. Selain itu, kami juga melakukan pengambilan dokumentasi di dalam Museum Sangiran.

          Selesai kegiatan di Sangiran, kami berganti baju kaos yang sudah dipesankan. Kami semua melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sebelum melakukan makan malam kami mampir di Javanir untuk berbelanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Selesai berbelanja kami langsung melanjutkan perjalanan untuk makan malam di rumah makan taman sari. Kami di rumah makan taman sari ini cukup lama, kami banyak mengambil dokumentasi teman-teman yang sedang makan. Itu merupakan sebuah kenangan yang sangat berkesan. Kami melanjutkan perjalanan pulang pada pukul ± 20.15 WIB. Di dalam bus, kami mendapatkan informasi dari pemandu wisata bahwa perjalanan pulang kami akan memakan waktu 5 jam. Sepanjang perjalanan pulang, sebagian dari kami pada tidur karena merasa lelah denga perjalanan yang dilakukan seharian itu. Kami tiba di SMA Negeri 2 Magelang pada pukul ±  23.00 WIB. Kami langsung bergegas mencari orang tua kami yang telah menjemput pada saat itu karena waktu sudah sangat larut.

Senin, 30 Maret 2015

PLS ke Museum Sangiran


PLS pada waktu ke museum
Sangiran




PLS ke PT.Sritex

Hasil gambar untuk pt sritex
PT SRITEX,tbk
Indonesia

 
karya 
PT.
SRITEX,tbk. Indonesia


PLS :)

Laporan Perjalanan
Pelajaran Luar Sekolah (PLS)
Kamis, 26 Maret 2015, siswa-siswi kelas X SMA Negeri 2 Magelang melaksanakan Pelajaran Luar Sekolah (PLS). PLS ini bertujuan untuk menambah wawasan luar para siswa. Kegiatan PLS ini dilakukan dengan mengunjungi beberapa tempat yang sangat berpengaruh bagi para siswa untuk menambah wawasan dunia luar yang bermanfaat. Tempat yang dikunjungi dalam kegiatan PLS ini diantaranya adalah PT.SRITEX.tbk, dan Museum Sangiran. Perjalanan kami mulai untuk menuju ke PT.SRITEX.tbk yang terletak di daerah Kabupaten Sukohardjo. Kami berangkat dari sekolah pada pukul 07.00 WIB dengan melewati jalur Jogjakarta. Sepanjang perjalanan, kami menikmati pemandangan-pemandangan yang berada di sekelilingnya. Pemandu wisata pun menginformasikan kepada kami bahwa kami akan menempuh perjalanan panjang yang akan memakan waktu ± 3,5 jam. Kami sampai di tujuan pertama yaitu PT.SRITEX.tbk pada pukul ± 10.45 WIB, di sana kami disambut dengan amat greget. Kami dikumpulkan di dalam aula pabrik tersebut. Di sana kami mendapatkan banyak informasi tentang berdiri dan berkembangnya PT.SRITEX.tbk.
Informasi yang kami dapat diantaranya bahwa PT.SRITEX.tbk ini awal mulanya hanya berasal dari toko kain yang berada di pasar klewer dengan nama UD.SRI REJEKI. Pemilik toko ini ialah alm. Bapak Lukminto. Beliau lahir di Kertosono, Kediri pada 1 juni 1947, anak kedelapan dari 9 bersaudara. Beliau menikah pada 26 Oktober 1969. Bersama sang istri, beliau membangun sebuah pabrik yang sangat baik yang diberi nama PT.SRITEX.tbk. PT.SRITEX ini dari tahun ke tahun terus berkembang pesat tetapi ada pun kendala seperti pasang surut dalam berindustri.


Dalam perusahaan ini, PT.SRITEX.tbk menempati atau menggunakan luas tanah ± 100 hektar dan diperluas menjadi ± 130 hektar dan dibangun perusahaan lagi dan diresmikan oleh Bapak Presiden kedua Indonesia yaitu Soeharto pada tahun 1992. Perluasan pabrik berikutnya dilakukan pada tahun 2009 yang disahkan atau diresmikan oleh Susilo Bambang Yudhoyono. PT.SRITEX.tbk melakukan berbagai proses dalam pembuatan kain dan pakaian. Contoh proses dalam perusahaan ini adalah
1.    Pemintalan(spinning), yaitu proses di mana kapas akan diolah menjadi benang jadi atau benang setengah jadi.
2.    Weafing, yaaitu proses penenunan kain dengan menggunakan benang yang telah diproduksi.
3.    Finishing, yaitu proses akhir dimana barang akan di distribusikan dalam bentuk kain atau pakaian.
Perusahaan ini memiliki karakter yang mungkin tidak dimiliki oleh perusahaan lain yaitu pada setiap tanggal 17 tiap bulannya, perusahaan ini melakukan upacara bendera yang sudah masuk dalam rekor muri dunia. Upacara ini didatangi ± 20.000 peserta, 16.000 orang didalamnya merupakan karyawannya. Akan tetapi karyawan sekarang sudah mencapai 25.000 orang. Keunggulan dari produk perusahaan ini adalah anti bakteri, anti radiasi panas, anti peluru. PT.SRITEX.tbk ini telah menjadi perusahaan tekstil terbesar dan terbaik di Asia Tenggara. Visi misi dari perusahaan ini adalah selalu berpikirlah positif, bersikap disiplin dan berjiwa motivator serta kontributor. Pada perusahaan ini terdapat banyak fasilitas. Diantaranya adalah poliklinik, tempat olahraga, tempat beribadah, dan sri garden yang berlokasi di sekitar pabrik. Sri garden ini ialah sebuah lapagan yang luasnya 13 hektar untuk tempat istirahat atau lainnya yang berkepentingan dengan pabrik.
          Pada PT.SRITEX.tbk ini sangat mengutamakan kualitas. Dalam hal ini kualitas dalam pabrik ini merupakan nomor satu dan sudah menjadi harga mati. Dibalik kesuksesan perusahaan ini ada 8  prinsip utama, yaitu
-      Adil
-      Pentingnya keluarga
-      Pentingnya pendidikan
-      Etika
-      Cinta
-      Persahabatan
-      Kesolidaritasan
-      Tanggung jawab
Selain itu rahasia sukses ini adalah keluarga merupakan segalanya, keluarga yang mendukung dalam kegiatan yag kita lakukan dan rancang.
          Setelah selesai melakukan kunjungan ke PT.SRITEX.tbk kami langsung bergegas menuju ke Museum Sangiran. Sebelum itu kami melaksanakan ishoma (istirahat, sholat, makan) yang dilakukan di RM.Taman Sari. Setelah selesai ishoma, kami langsung meneruskan perjalanan ke Museum Sangiran. Kami mendapat informasi dari pemandu wisata bahwa perjalanan ini akan memakan waktu ± 2jam. Di dalam bus kami bersendau gurau, bermain dan canda tawa menghiasi perjalanan kami. Tidak terasa kami telah sam pai di Museum Sangiran pada pukul ± 3jam lebih sedikit. Kami langsung bergegas masuk ke dalam museum, di sana kami banyak menjumpai berbagai contoh aktivitas manusia purba. Di sana ada juga tulang belulang dari hewan yang hidup pada zaman dahulu. Selain itu, kami juga melakukan pengambilan dokumentasi di dalam Museum Sangiran.

          Selesai kegiatan di Sangiran, kami berganti baju kaos yang sudah dipesankan. Kami semua melanjutkan perjalanan untuk pulang. Sebelum melakukan makan malam kami mampir di Javanir untuk berbelanja oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Selesai berbelanja kami langsung melanjutkan perjalanan untuk makan malam di rumah makan taman sari. Kami di rumah makan taman sari ini cukup lama, kami banyak mengambil dokumentasi teman-teman yang sedang makan. Itu merupakan sebuah kenangan yang sangat berkesan. Kami melanjutkan perjalanan pulang pada pukul ± 20.15 WIB. Di dalam bus, kami mendapatkan informasi dari pemandu wisata bahwa perjalanan pulang kami akan memakan waktu 5 jam. Sepanjang perjalanan pulang, sebagian dari kami pada tidur karena merasa lelah denga perjalanan yang dilakukan seharian itu. Kami tiba di SMA Negeri 2 Magelang pada pukul ±  23.00 WIB. Kami langsung bergegas mencari orang tua kami yang telah menjemput pada saat itu karena waktu sudah sangat larut.