Cerpen by:
Munarifah S W
Busro adalah seorang anak dari
seorang ibu yang hanya berjualan gorengan di Kampung Palang. Anak ini sangatlah
baik parasnya akan tetapi di desanya banyak yang membencinya. Hal ini terjadi
karena ulah keseharian busro yang sangat menjengkelkan. Ke mana pun ia
melangkah hampir pasti ia membuat masalah. 99% orang yang melihatnya pasti
mengelus dada dan berkeluh kesah atas perilakunya. Pada suatu hari busro berada di sudut serambi
masjid, ia menerawang jauh kejadian pada hari kemarin.
“Eh,
Busro tumben kali ini nggak pernah membuat onar?” kata seorang penjual kopi.
“Ealah
pak, mungkin sebentar lagi juga membuat onar yang sangat menjengkelkan” jawab
seorang pembeli kopi
Datanglah
ibu busro yang menitipkan gorengannya itu ke warung kopi tersebut,”Eh
bapak-bapak ini kerjaannya macam kayak ibu-ibu rumpi. Anak saya ini sebenarnya
tidaklah senang membuat onar. Dia hanya bingung antara mau bikin senang warga
dan membantunya.”
“Lho
buk, tapi kan busro memang sudah banyak sekali keonaran yang telah ia buat
terhadap warga kampung ini. Jadi, ya maklumlah kalau warga kampung ini telah
berpikiran negatif terhadap busro.”jawab bapak penjual kopi
Dengan
tiba-tiba busro datang dengan membawa minuman jahe yang akan dititipkannya di
warung kopi tersebut. Dengan tidak sengaja busro mendengar pembicaraan
tersebut. Busro mendengar atas pembelaan ibunya untuknya. Busro pada saat itu
langsung meminta maaf terhadap warga kampung karena selama ini busro telah
membuat ketidaknyamanan terhadap warga kampung. Busro kini mengerti akan indahnya
kebaikan dan saling hidup rukun sesama warga kampung. Sekarang busro sangatlah
dikagumi di kampung tersebut karena perilakunya itu berubah 1800 dari
yang dulu.
“Ibu,
sekarang aku sangatlah senang dan tenang dalam keadaan begini. Aku juga tidak
akan mengulangi perbuatan burukku yag dulu” kata busro di dalam hatinya.
Lamunan
busro buyar akibat busro di panggil oleh sang ibu untuk mengantarkannya ke
pasar. Itulah busro yang telah berimigrasi dari perilakunya yang sering membuat
onar.
Hayo, bagaimana menulis nama orang, penulisan sapaan? Kan sudah diajarkan, Cah Ayu!
BalasHapus